Welcome

"WELCOME" - ::Blog ini berisi artikel-artikel ROHANI yang saya dapat dari berbagai sumber:: I Hope This Blog Useful - GodBless ------> *"Segala tulisan yang diilhamkan ALLAH memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:6)*

Selasa, 04 Oktober 2011

Tongkat Wasiat

Ayat Renungan :
Matius 22:37-39, 1 Yohanes 4:20


Suatu ketika hiduplah seorang janda dan anak laki-lakinya.  Janda ini sangat miskin, sehingga kadang-kadang mereka harus menahan rasa lapar jika tidak bisa mendapatkan makanan.  Karena prihatin melihat keadaan mereka, Tuhan mengutus seorang malaikat untuk memberikan tongkat wasiat kepada anak janda tersebut.  “Apa pun yang disentuh oleh tongkat ini akan berubah menjadi permata yang indah”, kata malaikat kepada anak laki-laki sang janda.  Betapa senangnya anak laki-laki itu karena hidup mereka bisa berubah dan ibunya kini tidak perlu bersusah-payah lagi.  Jika mereka membutuhkan sesuatu, dia tinggal menyentuhkan tongkat wasiat tersebut pada benda apa pun dan itu akan berubah menjadi permata yang indah.

                Meskipun kisah di atas bukanlah kisah nyata, namun ada pelajaran berharga yang dapat kita angkat.  Seperti anak laki-laki yang mendapatkan tongkat wasiat dari malaikat, sebagai orang percaya kita semua sudah menerima tongkat wasiat.  Tongkat wasiat itu tak lain adalah kasih Ilahi yang sudah dicurahkan dalam hidup kita.  Dengan menyentuhkan tongkat kasih, kita dapat mengubah suasana permusuhan menjadi suasana damai.  Dengan kasih pula kita dapat mengubah hati yang keras menjadi lembut.  Pendeknya, kasih dapat menjadikan jalan hidup yang sulit menjadi lebih mudah.

                Kasih merupakan ajaran Kristen yang paling mendasar.  Ketika orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus mengenai hukum mana yang terutama dalam hukum Taurat, Yesus menjawab, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan degan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum taurat dan kitab para nabi” (Mat 22:37-40).  Mengapa kasih dikatakan sebagai hukum yang terutama dan di dalam kasih tercakup seluruh hukum Taurat? Karena jika kita mengasihi Tuhan yang telah memberikan titah-titahNya, maka kita tidak akan melakukan sesuatu yang jahat terhadap mereka.  Inilah alasan mengapa kasih menjadi hukum yang terutama.

                Di dalam kehidupan yang sarat dengan ambisi, persaingan, dan kepentingan diri sendiri, orang sudah semakin sulit untuk mengamalkan kasih seperti yang Tuhan perintahkan.  Banyak orang hanya melakukan kasih yang bersyarat.  Artinya ia hanya akan mengasihi orang-orang yang mengasihinya, tetapi jika seseorang tidak mengasihinya, maka ia pun tidak akan mengasihi orang tersebut.  Atau, ia mengasihi seseorang karena ada kepentingan pribadi tertentu.  Sesungguhnya bukan kasih seperti itu yang Tuhan harapkan.  Tuhan ingin agar kita mengasihi tanpa syarat, karena kasih bisa mengubah segalanya.


DOA :
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk bisa mengasihiMu dan juga mengasihi sesamaku seperti yang sudah Engaku lakukan.  Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon.  Amin.

Kata Bijak:
Kasih adalah sesuatu yang ajaib, ia mampu mengubah yang tidak baik menjadi baik.

Mutiara Kata Hari Ini:

Kekayaan tidak diukur dari semakin bertambahnya hartaku, tetapi dari semakin berkurangnya keinginanku.  J. Brotherton.




Sumber : Manna Sorgawi







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.