Welcome

"WELCOME" - ::Blog ini berisi artikel-artikel ROHANI yang saya dapat dari berbagai sumber:: I Hope This Blog Useful - GodBless ------> *"Segala tulisan yang diilhamkan ALLAH memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:6)*

Minggu, 02 Oktober 2011

Renugkanlah

by Philip Mantofa : Before 30 Discipleship

Jika anda membaca Matius 26:35-46, ada sebuah peristiwa di Getsemani yang menunjukkan sisi kemanusiaan Petrus.

Yesus sedang dalam situasi gundah.  Ia ingin dukungan dari 3 murid yang dipilihnya, salah satunya Petrus.  Sayang sekali….., Yesus tidak mendapatkannya.  Ia menemui mereka tiga kali untuk memastikan bahwa Ia tidak sendirian di sana dan kembali dengan kenyataan pahit yang harus Ia telan ketika melihat murid yang Ia andalkan ternyata tak bisa menahan kantuknya.  Ia menyadari bahwa sisi manusia mereka belum bisa ditaklukkan.

Sebelum bertemu Yesus, Simon (nama rumah Petrus) adalah nelayan biasa yang tidak merasa perlu belajar lebih.  Yang mereka ketahui hanya hal-hal sederhana seputar dunia nelayan mereka.  Misalnya saja, kapan waktu terbaik untuk mencari ikan, membuat jala yang kuat dan tidak mudah robek, serta perahu yang dapat menampung banyak sekali ikan.  Intinya, perkara-perkara sederhana yang membumi dan tidak membutuhkan hal-hal rohani ketika mengerjakannya.

Mungkin mereka tidak berdoa sebelum menangkap ikan atau sebelum melarungkan perahu ke danau.  Mungkin mereka juga tidak beriman akan menangkap banyak sekali ikan tiap hari, sehingga mereka memiliki banyak persediaan ikan untuk dijual dan membeli keperluan hidup mereka sehari-hari.  Seperti kebanyakan orang Yahudi lainnya, mereka datang ke Bait Allah hanya seminggu sekali.  Mereka menghargai hari Sabat, dan mendengarkan dengan penuh hikmat penuturan dan nasehat para ahli Taurat yang mengajar di Bait Allah waktu itu.  Hidup mereka berjalan biasa, seperti tidak ada hentinya, tetapi hanya sebuah rutinitas belaka.

Siapa yang menyagka, bahwa pertemuan dengan Yesus di danau Galilea hari itu adalah hari terakhir mereka menjadi nelayan? Itu adalah saat terakhir mereka menjalani profesi mereka sebagai penjala ikan.  Selanjutnya, hidup mereka yang biasa-biasa saja, mendadak beruah total ketika mereka menjadi murid Yesus.

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku:”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku”
2 Korintus 12:9

Percayakah anda bahwa walaupun masih bergumul dalam berbagai kelemahan (fisik, jiwa, dan Rohani), Tuhan tetap rindu memakai anda?  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.