Welcome

"WELCOME" - ::Blog ini berisi artikel-artikel ROHANI yang saya dapat dari berbagai sumber:: I Hope This Blog Useful - GodBless ------> *"Segala tulisan yang diilhamkan ALLAH memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:6)*

Senin, 07 November 2011

Orang Yahudi Terpandai di Dunia Menolak Hadiah Rp 9,1 Miliar


Seorang warga Rusia menolak hadiah US$ 1 juta (Rp 9,1 miliar) setelah ia menyelesaikan soal-soal matematika paling sulit. Pria bernama Dr Grigory Perelman yang berdarah Yahudi tersebut mengaku dia tidak menginginkan uang tersebut.

Disebut sebagai orang terpandai di dunia, Perelman tinggal di sebuah flat penuh kecoa di St Petersburg. Ketika ditanya mengapa menolak hadiah tersebut, pria berusia 44 tahun tersebut mengatakan, "Saya sudah memiliki semua yang saya inginkan."

Hadiah tersebut diberikan US Clay Mathematics Institute karena Perelman menyelesaikan soal Poincare Conjecture yang menjadi momok bagi para ahli matematika selama bertahun-tahun. Poincare Conjecture merupakan salah satu dari tujuh teka-teki dalam matematika yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Perelman sendiri menjawab soal tersebut melalui internet.

Perelman juga pernah menolak medali dari International Mathematical Union di Madrid empat tahun lalu. Saat itu, Perelman mengatakan, "Saya tidak tertarik dengan uang atau ketenaran. Saya tidak mau ditampilkan seperti hewan dalam kebun binatang. Saya bukan pahlawan matematika. Saya bahkan tidak sesukses yang dikira. Itu sebabnya saya tidak mau semua orang melihat diri saya."

Tetangga Perelman, Vera Petrovina, mengatakan, "Saya pernah sekali masuk ke flatnya dan saya sangat terkejut. Ia hanya punya satu meja, bangku, dan tempat tidur dengan kasur kotor yang ditinggalkan pemilik sebelumnya. Pemilik sebelumnya adalah seorang pecandu alkohol yang menjual flat itu kepada dia."

Perelman merupakan mantan peneliti di Steklov Institute of Mathematics di St Petersburg. Ketika masih menjadi peneliti pada 2003, Perelman mulai menulis di internet yang menyebutkan dirinya berhasil menjawab Poincare Conjecture. Dalam sejumlah tes yang dilakukan secara teliti, jawaban Perelman terbukti benar.

Jika bagi orang kebanyakan uang adalah segalanya, rupanya hal itu tidak berlaku bagi Perelman. Entah apa yang ada di pikiran Perelman yang sebenarnya, sikapnya ini tergolong langka dan mungkin disebut bodoh, gila, nyentrik dan sebagainya oleh sebagian orang.

Namun apapun penilaian orang padanya, Perelman adalah orang yang memiliki prinsip. Ia menyadari bahwa harta kekayaan adalah kesia-siaan dan ia tidak mau terikat dengannya. Hadiah uang yang ditawarkan sangat besar dan menggiurkan, namun itu tidak menggoyahkan Perelman.

Jika kita bercermin dari kisah Perelman, apakah kita bisa mengatakan hal yang sama pada harta kekayaan? Alkitab mengungkapkan cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. Memiliki harta berlimpah bukanlah suatu dosa, namun apabila kita mencintainya lebih dari mencintai Sang Pemberi berkat, inilah yang berbahaya.

Hal inilah pula yang ditekankan Yesus kepada orang muda kaya yang datang padaNya di Matius 19. Yesus tahu orang ini adalah orang yang mencintai harta meskipun ia seorang yang religius dan taat pada perintah agama. Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. (tempo/hart)



Source : terangdunia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.